Cuaca Riau Relatif Stabil, BMKG Soroti Lonjakan Hotspot Karhutla
Cuaca Riau pada Selasa (10/2/2026) diprakirakan relatif stabil dengan hujan ringan di beberapa daerah. Namun, BMKG menyoroti masih tingginya jumlah hotspot yang menandakan potensi kebakaran hutan dan lahan tetap perlu diwaspadai.
RINGKASAN BERITA:
- Riau mencatat 104 hotspot dari total 163 titik panas di Sumatera hingga pagi hari.
- Bengkalis dan Pelalawan menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, masing-masing 45 titik.
- Meski hujan ringan diprakirakan turun, BMKG tetap mengingatkan risiko karhutla.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Kondisi cuaca di Provinsi Riau pada Selasa (10/2/2026) diprakirakan relatif stabil dengan dominasi udara kabur hingga cerah berawan.
Meski hujan ringan berpotensi turun di sejumlah wilayah sejak siang hingga dini hari, perhatian BMKG tertuju pada tingginya jumlah hotspot yang masih terpantau di berbagai kabupaten.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Moh Ibnu Amiruddin, menyampaikan bahwa pada pagi hari kondisi cuaca di Riau umumnya masih udara kabur hingga cerah berawan.
Memasuki siang hari, cuaca cerah berawan hingga berawan masih mendominasi.
Namun hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu.
Pada sore hingga malam hari, potensi hujan ringan masih berlanjut di sebagian wilayah Kabupaten Kuantan Singingi, Indragiri Hilir, dan Kampar dengan kondisi cuaca berawan.
Sementara itu, pada dini hari hujan ringan kembali berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Pelalawan, Indragiri Hilir, dan Indragiri Hulu, dengan kondisi udara kabur hingga berawan.
BMKG memastikan tidak terdapat peringatan dini cuaca ekstrem pada hari ini.
Suhu udara di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 98 persen.
Angin bertiup dari arah utara hingga tenggara dengan kecepatan 10 hingga 30 kilometer per jam.
Di wilayah perairan Provinsi Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan rendah, berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga relatif aman bagi aktivitas pelayaran.
Namun demikian, kondisi cuaca yang relatif tenang belum sepenuhnya menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Berdasarkan data BMKG hingga pukul 07.00 WIB, Riau mencatat 104 hotspot dari total 163 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera.
Ibnu Amiruddin menyampaikan bahwa sebaran hotspot di Riau masih terkonsentrasi di beberapa kabupaten.
Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan tercatat sebagai daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, masing-masing mencapai 45 titik panas.
Selain itu, hotspot juga terpantau di Kabupaten Siak sebanyak 6 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 5 titik.
Sementara itu, titik panas lainnya tersebar di Kota Dumai dengan jumlah 3 hotspot. Kondisi tersebut menunjukkan potensi kebakaran hutan dan lahan masih memerlukan perhatian serius dari seluruh pihak.
Di tingkat regional Sumatera, hotspot juga terpantau di Kepulauan Riau sebanyak 20 titik, Bangka Belitung 16 titik, Aceh 11 titik, Jambi 5 titik, Sumatera Utara 4 titik, Sumatera Barat 2 titik, dan Bengkulu 1 titik.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat terkait, dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, meskipun hujan ringan diprakirakan turun di sejumlah wilayah Riau.
Pemantauan lapangan serta langkah pencegahan dini dinilai penting untuk menekan risiko karhutla, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi. (*)