Pengurus Satyagatra Riau Dilantik, Kepala BKKBN: Bantu Selesaikan Masalah Keluarga

Saat ini permasalahan keluarga yang timbul bagaikan fenomena gunung es. Dimana permasalahan yang diketahui saat ini hanya sebagian kecil dari puluhan ribu permasalahan yang ada. Untuk mengatasinya, dibutuhkan peran Satyagatra yang pengurusnya baru saja dilantik.

Feb 5, 2024 - 14:36
Feb 5, 2024 - 14:39
 0
Pengurus Satyagatra Riau Dilantik, Kepala BKKBN: Bantu Selesaikan Masalah Keluarga
Kepala BKKBN Perwakilan Riau, Mardalena Wati Yulia menyerahkan SK usai melantik pengurus Satyagatra Provinsi Riau 2024-2026, Senin (5/2/2024)

RIAUCERDAS.COM - Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyagatra) Lancang Kuning di Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) periode 2024-2026 resmi dikukuhkan, Senin (5/2/2024). Helmi Yardi S.Pd dari Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Riau ditetapkan sebagai ketua pelaksana.

Usai pelantikan, digelar Workshop Satyagatra Lancang Kuning Provinsi Riau Tahun 2024. Workshop terkait konseling keluarga tersebut menghadirkan Ketua Ikatan Konseling Provinsi Riau, Dr Amirah Diniaty, M.Pd, Kons.

Ketua Tim Kerja Ketahanan Keluarga dan Pencegahan Stunting BKKBN Riau, H. Said Masri dalam laporannya menyampaikan, Satyagatra adalah potret baru dari Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (PPKS). Terkait perubahan ini, ke depan diusahakan Satyagatra akan berbadan hukum. Kemudian, dalam perencanaan, Satyagatra akan menjadi wadah konsultasi keluarga rentan di tengah masyarakat.

"Memang saat ini permasalahan keluarga di Indonesia termasuk Riau mulai bermunculan. Hal ini dipengaruhi bergesernya struktur di keluarga. Dengan banyaknya masalah, Satyagatra akan menjadi forum konsultasi bagi keluarga yang punya balita, remaja dan lansia. Di samping itu, ini akan menjadi pemberdayaan perekonomian keluarga," ungkap Said.

Keberadaan Satyagatra dimulai dari bawah. Yaitu dari Balai Penyuluhan. Dimana, setiap Balai Penyuluhan harus memiliki pengurus Satyagatra sebagai tempat konsultasi para ibu yang punya balita, ibu hamil atau keluarga yang mempunyai lansia. "Ini akan jadi pusat rujukan bagi program Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera di lapangan," Kata dia.

Sementara, terkait workshop, Said Masri berharap kapasitas pengelolaan Satyagatra bisa lebih meningkat. Untuk itu, pihaknya menghadirkan langsung Ketua Ikatan Konselor Provinsi Riau yang sangat memahami tentang pola konseling yang efektif. Diharapkan, lewat workshop ini konselor yang ada di Satyagatra mempunyai kemampuan konseling yang lebih baik dan tangguh.

Said Masri mendorong pengurus yang dilantik lebih gencar mensosialisasikan Satyagatra di tengah masyarakat. Karena keberadaan Satyagatra saat ini belum diketahui seluruh keluarga. 

Sementara, Kepala BKKBN Perwakilan Riau, Mardalena Wati Yulia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus pengelola Satyagatra Lancang Kuning. Mardalena juga menyampaikan terima kasih kepada pengurus organisasi yang lama.

Mardalena menambahkan, saat ini permasalahan keluarga yang timbul bagaikan fenomena gunung es. Dimana permasalahan yang diketahui saat ini hanya sebagian kecil dari puluhan ribu permasalahan yang ada. 

Permasalahan dalam keluarga ini tentu memberikan kerugian materiil maupun mental bagi anak, orang tua, maupun keluarga. Beberapa contoh permasalahan keluarga di antaranya adalah tingginya angka perceraian, balita stunting, perilaku seksual di luar perkawinan, perkawinan di usia muda, angka kematian ibu dan bayi, kejadian bunuh diri pada remaja, kekerasan pada anak dan perempuan, serta berbagai permasalahan lain yang ada di dalam keluarga.

 Permasalahan-permasalahan tersebut muncul sebagai akibat dari ketidakmampuan orang tua menjadi pelindung bagi anggota keluarganya. Orang tua tidak mengetahui apa yang menjadi tujuan dalam perkawinan dan hanya dianggap sebagai pelepasan kebutuhan biologis semata. 

Karena itu, dia berharap Satyagatra dapat mengatasi banyaknya permasalahan di lingkungan sosial yang disebabkan oleh ketidaktahuan keluarga dalam menjalankan fungsinya.

Pemberian pelayanan konseling langsung pada keluarga, tambahnya, merupakan salah satu bentuk implementasi nyata. Cara ini turut membangun kualitas penduduk. Karena penduduk sebagai modal dasar pembangunan harus menjadi titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan. 

Diharapkan melalui Satyagatra, pemerintah dapat membenahi kondisi-kondisi di atas yang dimulai dari keluarga. "Apabila keluarga memiliki tempat untuk membantu menyelesaikan berbagai permasalahan dalam keluarganya maka akan dapat meminimalisir terjadinya dampak akibat adanya permasalahan di dalam keluarga di Indonesia," ujar Mardalena.

Dengan peran Satyagatra, Mardalena berharap ke depan tercipta keluarga sehat dan berkualitas. Karena, untuk menggapi Indonesia Emas di tahun 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas pula.

Masih terkait sumber daya manusia, Mardalena menyebut kaitan yang erat dengan mengatasi stunting. Dia ingin konselor Satyagatra mendorong calon pengantin menjalani skrining lewat aplikasi Elsimi sebagai upaya pencegahan stunting dari hulu. 

Selain itu, ia juga berharap angka unmet need di Riau yang saat ini masih tergolong tinggi bisa diturunkan. Satyagatra perlu terus menggaungkan pelayanan pada pasangan usia subur yang tidak lagi punya anak namun belum ikut KB. Dengan begitu, diharapkan semakin banyak pasangan usia subur yang ber-KB.

Mardalena juga meminta konseling pada Lansia tetap menjadi program prioritas. Seiring dengan itu, pemberdayaan ekonomi keluarga perlu dilakukan. Karena keluarga berkualitas tidak sekadar ditentukan oleh anak yang sehat. "Keluarga berkualitas juga ditopang dengan perekonomian yang baik" ungkap Mardalena. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow